Epidemiolog Griffith Australia Lebih Pilih Rapid Dibanding PCR

- HeraldNews
  • Bagikan
Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman

Untuk Syarat Perjalanan

HERALD.ID, JAKARTA – Wacana pemberlakuan kembali PCR sebagai syarat perjalanan tak efektif. Rapid test lebih unggul dari pada PCR. Demikian penyampaikan epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman.

Menurutnya, rapid test antigen bisa tepat dan efektif sebagai alat tes ketika hendak masuk ke sebuah event besar, olahraga, atau melakukan perjalanan. Kalau PCR lanjut dia, secara strategi kesehatan masyarakat, tidak tepat.

PCR lanjut Budiman, memang sangat pas untuk pendekatan medis, guna mengetahui terpapar kasus virus Corona (Covid-19) atau tidak. Namun, ada pendekatan lain yang penting untuk kesehatan masyarakat. Bagaimana penyakit itu bisa diketahui sebelum menularkan.

“Kepentingan kesehatan masyarakat, yang akan kita tuju adalah, selain deteksi orang, apakah dia infectiousness, artinya terinfeksi dan bisa menularkan,” sambung Budiman.

Selain itu kata Budiman, alat tes itu harus cepat hasilnya, karena orang ini berisiko menularkan kalau lama. Menurutnya, PCR memang akurat, tapi butuh waktu lama untuk mengetahui hasilnya.

“Sekarang lima menit saja berisiko, strategi yang kita pilih bukan hanya efektif, mudah dan cepat. Itu dari sisi kesehatan masyarakat. Karena tujuan, ‘nggak bisa nih orang ini bepergian, harus isolasi karantina.’” ungkapnya.

Budiman menambahkan, berbasis penelitian terakhir di University College London sebulan lalu, orang memiliki hasil positif rapid antigen, tidak boleh ke mana-mana, atau bergejala. “Dan dia harus isolasi,” katanya.

Hasil riset antigen kata ia, 80 persen efektif mendeteksi setiap level infeksi Covid dari awal sampai menengah. “Bahkan lebih efektif 90 persen ketika sedang infectious, sangat menular,” lanjutnya.

Silahkan kirim ke email: redaksi@herald.id.
Stay connect With Us :
  • Bagikan