Mimpi Terindah yang Nyaris Berwujud

- Olahraga
  • Bagikan
Selle KS Dalle

HERALD.ID, MAKASSAR – Periode pemerintahan Prof-Andalan (NA&AAS) boleh dibilang periode “mimpi terindah nyaris berwujud” bagi pecinta sepak bola, khususnya keluarga besar PSM dan suporter.

Betapa tidak, status pengelolaan stadion Mattoanging (yang juga biasa disebut Stadion Andi Mattalatta) yang selama sekian puluh tahun, terkatung-katung. Sejak dari periode Gubernur Ahmad Lamo, Pjs Daud Nompo, Andi Oddang, Ahmad Amiruddin, Zainal Basri Palaguna, Amin Syam, Pjs Tanribali Lamo, Syahrul Yasin Limpo, Plt Soni Sumarsono. Setelah melalui proses panjang, nanti pada periode Gubernur Nurdin Abdullah, baru ada titik temu berupa kesepakatan dan kesepahaman berbasis nilai kultural “tanah celebes” yang sangat elegan, antara Pemprov Sulsel dengan YOSS (Yayasan Olah Raga Sulawesi Selatan).

Pertemuan elegan itu ditandai dengan penandatanganan penyerahan aset dan lahan serta aset Stadion Mattoanging, di gubernuran dalam suasana yang penuh kekeluargaan, antara Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dengan Ketua YOSS, Andi Ilhamsyah Mattalatta, yang lebih akrab disapa Deng Il.

Penyerahan aset ini, disaksikan oleh Kajati Sulsel dan sejumlah undangan dari jajaran Forkopimda Sulsel, pimpinan DPRD dan salah satu Komisioner KPK dan tim Korsupgah KPK. Momentum ini tepatnya, 2 Maret 2020 lalu.

Selanjutnya pasca penyerahan aset Mattoanging dari YOSS ke Pemprov Sulsel, masuk pada fase rencana “mewujudkan mimpi terindah” para pecinta bola, khususnya keluarga besar supporter dan PSM.

Membongkar dan merobohkan bangunan yang nyaris setiap sisi bangunannya sebagai saksi sejarah bagi klub sepak bola yang telah berusia lebih 106 tahun, PSM. —–Sekadar catatan, sangat disayangkan saat pembongkaran tidak disisakan sisi bangunan stadion yang bisa menjadi “monumen PSM”, padahal secara pribadi, hal tersebut saya sudah sampaikan kepada Gubernur NA dan Kadispora, agar disisakan bagian bangunan stadion untuk merawat ingatan segala pernak-pernik dari waktu ke waktu sejarah panjang PSM—–

Pembangunan Stadion Mattoanging kembali pasca dirobohkan sebagaimana tertuang dalam APBD yang disepakati antara DPRD dan Gubernur, mestinya rampung tahun 2021, dengan total anggaran Rp1,2 triliun. Anggaran tersebut ada dan amat jelas sumbernya. Yakni berasal dari hasil negosiasi Pemerintah Provinsi Sulsel dan trust pemerintah pusat (Kemenkeu) melalui skema pinjaman dana PEN, pemulihan ekonomi nasional. Namun segala rencana tetaplah rencana, hanya Allah jualah yg berkehendak. Jelang akhir Februari lalu tetiba Gubrnur Sulsel NA dicokok oleh lembaga antirasuah di rujab, saat dinihari.

Pasca NA ditangkap, kendali pemerintahan di Sulsel secara otomatis berpindah tangan. Dilanjutkan oleh Wagub dengan status sebagai Plt Gubernur.

Lain belimbing Semarang, lain rendang Padang. Lain orang, lain pula gaya kepemimpinannya. Lain gaya kepemimpinan, juga lain garis kebijakannya.

Plt Gubernur, Andi Sudirman Sulaiman (ASS) dengan segala macam pertimbangan, memilih jalan lain dalam melanjutkan rencana pembangunan Stadion Mattoanging. Sumber dana yang awalnya direncanakan dari skema PEN dibatalkan. Diresetting dengan skema yang bertumpu pada APBD. Artinya Plt Gubernur dengan NA sama-sama berkomitmen menempatkan pembangunan kembali Stadion Mattoanging sebagai prioritas. Namun garis kebijakan anggaran yang berbeda. Oleh karena garis kebijakan terkait sumber anggaran berbeda, maka secara teknis perencanaan juga berbeda. Termasuk gambar design, kapasitas stadion serta rencana waktu penyelesaian.

Silahkan kirim ke email: [email protected].
Stay connect With Us :
  • Bagikan