Menkes: Kasus Omicron Dekati Puncak, Jakarta Jadi Medan Perang Pertama

- Peristiwa
  • Bagikan
ilutrasi omicron
ILUSTRASI

HERALD.ID — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta semua pihak waspada terhadap puncak Omicron. Di sejumlah negara, itu sudah terjadi.

“Beberapa negara sudah mengalami puncak
secara cepat dan tinggi. Terjadi dalam waktu 35-65 hari,” ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin usai rapat terbatas mengenai evaluasi PPKM secara virtual, Minggu (16/1/2022).

Di Indonesia, kata Budi, Omicron mulai muncul pertengahan Desember 2021. Kasusnya mulai naik pada Januari 2022.

Dengan demikian, puncaknya diprediksi terjadi akhir bulan ini hingga Februari 2022. Semua pihak diingatkan untuk waspada.

Namun, yang menggembirakan, walau tingkat penularannya tinggi, tingkat hospitalisasinya tergolong rendah. Hanya sekitar 30-40 persen.

Budi menjelaskan, hospitalisasi adalah pasien yang harus dirawat di rumah sakit. Data itu menunjukkan, walau terpapar Omicron, umumnya tidak sampai harus dirawat di rumah sakit.

“Tidak usah panik, kita terus waspada saja. Apalagi sudah lebih 500 orang,” katanya. Menkes mengatakan, sebagian besar transmisi lokal terjadi di Jakarta. Karena itu, Jakarta dijadikan sebagai medan perang pertama melawan Omicron.

Silahkan kirim ke email: redaksi@herald.id.
Stay connect With Us :
  • Bagikan