Pejabat Rusia Diklaim Tak Percaya Putin akan Tetap Berkuasa dalam Waktu 3 Bulan

- Internasional
  • Bagikan
Presiden Rusia, Vladimir Putin

Herald Indonesia, Moskow—Pejabat tinggi keamanan Vladimir Putin berpikir perang di Ukraina sudah ‘hilang’. Itu membuat peluang kudeta lebih mungkin terjadi, kata seorang analis di Moskow.

Kemungkinan tiran Rusia meluncurkan serangan nuklir saat ini sedang surut. Itu karena kemungkinan pejabat Rusia akan menolak untuk melaksanakan perintahnya.

Itu menurut pakar dan jurnalis investigasi Christo Grozev, yang menyebut Putin kehilangan cengkeramannya pada kekuasaan.

Dia mengatakan para pejabat terkemuka tidak mungkin mematuhi perintah Putin untuk meluncurkan nuklir karena mereka tidak percaya dia akan tetap berkuasa dalam waktu tiga bulan.

Grozev kepada Radio Liberty sebagaimana dikutip dari Metro mengatakan, lingkaran dalam Putin memahami presiden akan membutuhkan mobilisasi massa penuh untuk memenangkan perang. Tetapi ini akan menyebabkan ‘ledakan sosial’ di Rusia.

Beberapa kelompok garis keras mungkin menekan penggunaan senjata nuklir atau kimia, Grozev memperingatkan. Yang lain akan mengatakan ‘cukup sudah’ dan ‘lebih baik tidak menyia-nyiakan 10.000 nyawa tentara dan perwira kita’.

Grozev, kepala penyelidik Rusia untuk kelompok jurnalis investigasi Bellingcat, mengatakan satu atau lebih dari ‘lima tangan’ yang diperlukan untuk meluncurkan nuklir Rusia bisa berakhir dengan menentang Putin.

“Dan penolakan ini akan menjadi pemicu, kemungkinan besar, kudeta. Jika Putin memutuskan untuk memberikan perintah untuk menggunakan senjata nuklir, dia harus yakin bahwa semua orang di sepanjang rantai akan melaksanakan perintah ini,” katanya.

Editor: Muhammad Ilham
Silahkan kirim ke email: redaksi@herald.id.
Stay connect With Us :
  • Bagikan