Presiden Jokowi Minta Masyarakat Bersiap dengan Berhemat dan Menabung, Ini Alasannya

- Nasional
  • Bagikan
Joko Widodo

Herald Indonesia, Jakarta—Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia masih bisa mengendalikan inflasi dan kenaikan harga-harga. Meski begitu, dia meminta masyarakat bersiap dengan berhemat dan menabung.

Langkah ini menurut Jokowi guna menghadapi ketidakpastian kondisi global yang belum jelas dan tidak bisa diprediksi kapan akan berakhir.

Hal itu dilontarkan Jokowi dalam arahannya pada acara Rakernas V organisasi relawan Projo, di Jawa Tengah, Sabtu, yang disaksikan secara virtual di Jakarta.

Pada kesempatan ini, Jokowi menjelaskan persoalan minyak goreng yang menurutnya bukan merupakan persoalan yang mudah untuk ditangani oleh pemerintah karena terdampak harga di tingkat global.

“Minyak goreng ini bukan persoalan mudah. Sudah sejak awal Januari saya melihat naik, naik, naik, kenapa? Sama seperti harga pangan lain, karena harga internasionalnya tinggi, harga globalnya tinggi, semua barang mengikuti, ketarik ke sana, karena harga minyak goreng terutama di Eropa, Amerika, naiknya tinggi,” ujar Presiden Jokowi dikutip dari ANTARA.

Jokowi menekankan sudah beberapa kebijakan dilakukan untuk mendorong penurunan harga minyak goreng, namun harga tetap naik. Hingga akhirnya Presiden memutuskan menghentikan ekspor minyak goreng.

“Tapi itu juga kebijakan yang tidak mudah. Begitu disetop, harga TBS (Tandan Buah Segar) sawitnya jatuh, turun. Petani sawit, pekerja sawit, 17 juta orang. Negara ini dipikir gampang, tidak mudah,” kata Presiden Jokowi.

Di sisi lain, kata Presiden, selain urusan petani dan pekerja sawit, pemerintah juga memikirkan urusan penerimaan negara, dari pajak sawit, bea ekspor sawit, bea keluar sawit, serta PNBP dari sawit, yang nilainya sangat besar, mencapai kurang lebih Rp60-70 triliun.

Silahkan kirim ke email: redaksi@herald.id.
Stay connect With Us :
  • Bagikan