Dokter dan Perawat Maradona bakal Diadili karena Dianggap “Membunuh” Sang Legenda

- HeraldNews
  • Bagikan
Diego Maradona di Naples pada 2017. (Foto: Photosport)

Herald Indonesia, Buenos Aires—Personel medis yang terlibat dalam perawatan dan kematian pesepakbola legendaris Argentina Diego Maradona akan diadili. Mereka diseret ke meja hijau dengan tuduhan kelalaian kriminal.  

Tanggal untuk persidangan belum ditetapkan. Dan untuk jenis kejahatan seperti ini, mereka dapat mendapat hukuman delapan sampai 25 tahun penjara, menurut hukum pidana Argentina.

Hakim sendiri memerintahkan pengadilan dibuka setelah panel medis menemukan perawatan Maradona penuh dengan kekurangan dan penyimpangan.

Mereka yang menghadapi dakwaan adalah ahli bedah saraf dan dokter pribadi Maradona, Leopoldo Luque, seorang psikiater dan psikolog, dua dokter, serta dua perawat dan pimpinan mereka. Mereka semua menyangkal bertanggung jawab atas kematiannya.

Kedelapan orang ini akan diadili pada definisi hukum pembunuhan berdasarkan kelalaian yang dilakukan. Tindakan mereka dianggap menyebabkan kematian seseorang.

Maradona meninggal pada November 2020 karena serangan jantung di Buenos Aires, dalam usia 60 tahun. Sebelum itu, legenda Argentina itu sempat dirawat dan menjalani operasi. Dia dinyatakan pulih dari sakitnya awal bulan itu.

Dikutip dari RNZ, beberapa hari setelah kematiannya, jaksa Argentina melakukan penyelidikan terhadap para dokter dan perawat yang terlibat dalam perawatannya.

Tahun lalu, panel yang terdiri dari 20 ahli yang ditunjuk untuk memeriksa kematiannya menemukan bahwa tim medis Maradona bertindak dengan cara yang tidak pantas, tidak memadai, dan sembrono.

Silahkan kirim ke email: redaksi@herald.id.
Stay connect With Us :
  • Bagikan

Tambahkan Komentar Anda