Megawati Wanti-wanti Anaknya Tak Cari Pasangan seperti Tukang Bakso, Arie Kriting Lontarkan Kritik Pedas, Netizen: Katanya Partai Wong Cilik, Apa Pantas Mengejek Mereka?

- Aneka
  • Bagikan
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Herald Indonesia, Jakarta—Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri viral di media sosial setelah dianggap menyinggung tukang bakso dan warga Papua. Video Megawati yang berbicara di hadapan Presiden Joko Widodo, Ketua DPR RI, Puan Maharani yang tak lain adalah putrinya, serta kader PDIP pun viral.

Dalam video yang beredar luas di jagad maya, Megawai mengaku mewanti-wanti anaknya agar tidak mencari pasangan seperti tukang bakso yang disambut gelak tawa. Selain itu, ia juga menyinggung soal warna kulit warga Papua dna percampuran yang sudah terjadi.

Video itu pun ramai dibagikan netizen dan dibanjiri komentar. Komedian, Arie Kriting lewat akun Twitter @Arie_Kriting salah satu yang melontarkan kritik pedas pada presdien kelima RI tersebut.

“Kalau mau mewujudkan Bhinekka Tunggal Ika, ya harus beragam. Gak ada urusan orang kulit hitam harus kawin campur sama yang lain. Memangnya kenapa kalau orang kulitnya gelap? Memang kenapa kalau jadi tukang bakso? Perasaan sebagai ras superior ini kok ya masih dipelihara,” tulisnya.

Lukman Simandjuntak melalui akun @hipohan tak kalah pedas menyorot. “Bu, tukang bakso itu pekerjaan halal dan banyak dijalankan wong cilik. Katanya partai ibu, partai wong cilik, apa pantas mengejek mereka ? Ingat mereka bukan maling bansos seperti anggota partai ibu,” tegasnya.

“Mungkin dia belum pernah makan bakso yg enak. Sekelas anak Soekarno kalo bicara seperti itu rasanya sakit hati dengernya. Lebih baik jadi tukang bakso cari uang halal daripada jadi manusia yg menghalalkan segala cara demi kekuasaan dan uang!!!” balas @BesseHidayah.

Surya Anta, pemilik akun @SuryaAnta_ sementara itu menyebut ini adalah cerminan gagasan kelas borjuis. “Gak boleh cari pasangan seperti tukang bakso cerminan gagasan kelasnya: kelas borjuis. Kulit hitam dan “kopi susu” gak ada hubungannya dengan Nation, artinya dia memang gak pernah paham bedanya ras, rasisme, bangsa dan kebangsaan,” katanya.

@Mars_Sahsa sementara itu menyebut tukang bakso lebih mulia ketimbang mereka yang melecehkannya. “Tukang bakso lebih mulia daripada orang yang memiliki 7 gelar doktor, 3 profesor yang melecehkan tukang bakso. Tukang bakso tidak pernah korupsi uang negara, tapi anak didik yang gelar 3 prof, 7 gelar doktor banyak yang maling uang negara,” ujarnya.

Silahkan kirim ke email: redaksi@herald.id.
Stay connect With Us :
  • Bagikan

Tambahkan Komentar Anda