Dosen Gadungan Tiduri 5 Mahasiswi, Ketua DPRD: Adi-adik Jangan Pernah ke Rumah Dosen, Konsultasi Skripsi di Kampus Saja

- Kriminal
  • Bagikan
Ilustrasi

Herald Indonesia, Mataram—Ketua DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) Baiq Isvie Rupaeda geram. Ia mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus dugaan pelecehan seksual terhadap 10 mahasiswi yang dilakukan oleh dosen gadungan berusia 65 tahun di Kota Mataram.

Menurutnya, kasus ini harus diusut tuntas. Pelaku kata dia harus diberikan hukuman yang setimpal sesuai dengan perbuatannya.

Anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Lombok Timur ini mengaku sangat menyayangkan kasus-kasus pelecehan terhadap perempuan terus terulang di NTB.

“Jadi, tidak bisa main-main lagi dalam hal ini. Karena ini menyangkut martabat perempuan, menyangkut masa depan perempuan, menyangkut aspek norma yang berlaku,” katanya dikutip dari Republika.co.id.

Isvie menilai apa yang dilakukan pelaku merupakan pelanggaran kejahatan yang luar biasa. “Saya kira ini harus di hukum seberat-beratnya. Karena sudah mencoreng dunia pendidikan, apalagi ini dosen gadungan memakai gelar palsu,” tegas wanita yang juga merupakan aktivis perempuan di NTB ini.

Ia dengan tegas mengatakan, bahwa kejadian ini sangat merusak. “Apalagi apalagi daerah kita daerah seribu masjid yang sangat luar biasa,” tegas Isvie.

Menghindari kasus-kasus semacam itu terulang kembali, Isvie meminta institusi pendidikan dalam hal ini universitas yang ada di NTB untuk membuat aturan melarang para dosen untuk tidak melayani konsultasi skripsi di rumah selain di kampus atau di luar jam kerja sebagai dosen di kampus.

“Saya imbau kepada adik-adik mahasiswi untuk tidak terbuai dan jangan pernah ke rumah dosen. Konsultasi tugas atau skripsi sebaiknya di kampus atau jam kerja, tidak di rumah dosen,” ucap Isvie.

Begitu juga dosen, ia mengatakan tidak boleh menerima atau mengundang konsultasi di rumah. “Lakukan di kampus. Kalau praktik-praktik ini dibiarkan, ini sudah keliru. Makanya tegas, tidak boleh ada konsultasi di rumah,” katanya.

Kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami 10 mahasiswi ini dilaporkan Tim Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram).

Silahkan kirim ke email: redaksi@herald.id.
Stay connect With Us :
  • Bagikan