Koalisi Indonesia Bersatu tanpa Manuver Mengejutkan

- Politik
  • Bagikan
Airlangga Hartarto
Silaturahim Nasional KIB, di Hutan Kota Plataran, Sabtu, 4 Juni 2022.

Herald Indonesia, Jakarta—Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang dideklarasikan Golkar, PAN, dan PPP belum menunjukkan gebrakan. Hingga kini, tidak banyak manuver yang diperlihatkan KIB.

KIB sejauh ini baru sebatas melakukan pertemuan ketua umum partai. Bandingkan dengan Partai NasDem misalnya yang sudah menyebutkan nama calon presiden (capres) yang akan mereka usung.

PKB juga sudah berkali-kali bertemu dengan Partai Gerindra. Dan Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis (TPS) Agung Baskoro mengatakan, KIB justru tak melakukan hal baru dalam beberapa pekan terakhir.

“Seharusnya, di titik inilah momentum KIB untuk melahirkan terobosan kembali terbuka karena banyak partai masih belum sepakat secara resmi untuk berkoalisi,” kata Agung kepada wartawan, Jumat (1/7/2022) dikutip dari Republika.co.id.

PDIP saja, sebagai parpol yang bisa maju sendiri dalam Pilpres, karena telah memenuhi ambang batas mulai bermanuver. Pascarakernas partai berlambang banteng ini melalui elit-elitnya mengkonfirmasi bahwa Puan Maharani (Puan) akan mulai bersafari politik.

“Safari ini untuk menjalin komunikasi dengan berbagai partai kecuali dengan Partai Demokrat dan PKS untuk meretas jalan bekerjasama,” katanya.

Situasi partai lain seperti Nasdem yang sudah menelurkan tiga nama capres; Anies, Andika, dan Ganjar, juga masih tertahan untuk berkoalisi dengan Demokrat-PKS. Hal ini menjadi kuncian, pasca ketua umumnya, Surya Paloh menyampaikan gagasan Capres-Cawapres Pemersatu.

“Usulan capres pemersatu Nasdem, lewat paket Anies – Ganjar atau Ganjar-Anies. Padahal jamak diketahui oleh publik, Demokrat mengusung sosok Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) baik sebagai Capres atau Cawapres, walaupun PKS belum sampai bicara nama,” ungkapnya.

Situasi lebih baik, justru sementara ini, ada di Gerindra-PKB, yang dalam beberapa kesempatan informal mulai mengenalkan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR). Alasannya, koalisi ini ramping dan rasional. Maksudnya ramping, karena KIR atau koalisi Gerindra-PKB sudah mampu memenuhi presidential threshold dan rasional.

“Karena basis massa Gerindra yang nasionalis, dilengkapi oleh PKB yang didominasi kalangan santri. Artinya kemungkinan koalisi ini terbentuk sangat besar pasca KIB walaupun tak bisa dimungkiri  dinamika koalisi masih terus berlangsung,” jelas Agung.

Editor: Muhammad Ilham
Silahkan kirim ke email: redaksi@herald.id.
Stay connect With Us :
  • Bagikan