KPK Cecar Eks Dirut PT Pertamina Soal Transaksi Jual Beli LNG

- Hukum
  • Bagikan
Juru Bicara KPK, Ali Fikri

Herald.id, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa empat saksi dalam penyidikan dugaan korupsi pengadaan liquified natural gas (LNG) pada PT Pertamina (Persero) tahun 2011-2021.

Para saksi di antaranya mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Dwi Soetjipto, mantan Dirut PT PLN (Persero) Nur Pamudji, Dewan Komisaris PT Pertamina 2010-2013 Evita Herawati Legowo, dan dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Anny Ratnawati.

Keempat saksi dikonfirmasi terkait transaksi jual beli dalam pengadaan LNG di PT Pertamina. Para saksi tersebut diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Kamis (30/6/2022).

“Para saksi hadir dan dikonfirmasi, antara lain, terkait dengan proses transaksi jual beli dalam pengadaan LNG di PT PTMN (Pertamina) tahun 2011-2021,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Jumat (1/7/2022).

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui telah membuka penyidikan kasus dugaan Liquefied Natural Gas (LNG) di PT Pertamina tahun 2011-2021. KPK telah menetapkan tersangka dalam perkara tersebut.

“Pengumpulan alat bukti oleh tim penyidik terus dilakukan dengan mengagendakan pemanggilan saksi-saksi untuk membuat terang dugaan korupsi dimaksud,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (23/6/2022).

Meski begitu, Ali mengaku belum bisa menyampaikan identitas tersangka mau pun detail perkaranya. Ia menyebut, pengumuman perkara secara terperinci bakal dilakukan saat upaya paksa penangkapan mau pun penahanan dilakukan.

“Setiap perkembangan dari penyidikan ini, akan selalu kami sampaikan,” ucap Ali.

Diketahui, KPK dan Kejagung menyelidiki dugaan korupsi pembelian LNG di PT Pertamina. Dalam perkembangannya, kedua instansi bersepakat penanganan perkara bakal ditindaklanjuti KPK.

Meski begitu, KPK memastikan akan terus berkoordinasi dengan Kejagung dalam mengusut kasus tersebut.

Silahkan kirim ke email: redaksi@herald.id.
Stay connect With Us :
  • Bagikan