Pakar: Batuk Kronik Berkepanjangan Indikasi Long COVID-19

- Kesehatan
  • Bagikan
batuk kronik
Ilustrasi batuk kronik (IST)

HERALD.ID – Direktur Pascasarjana Universitas YARSI Prof Tjandra Yoga Aditama mengemukakan bahwa batuk kronik berkepanjangan hingga beberapa bulan dapat mengindikasikan seorang penyintas mengalami Long COVID-19.

“Batuk kronik sampai beberapa bulan dapat saja terjadi pada sebagian pasien Long COVID-19 atau COVID-19 berkepanjangan,” kata Tjandra Yoga Aditama dikutip di Antara, Senin, 26 September 2022.

Menurut Tjandra yang juga Guru Besar Paru Universitas Indonesia, batuk pada dasarnya adalah mekanisme pertahanan tubuh yang menunjukkan ada gangguan di paru dan saluran napas.

“Adalah salah, kalau ada yang menyebut batuk biasa. Semua batuk itu luar biasa. Orang yang sepenuhnya sehat tidaklah batuk,” katanya.

Menurut dia, keluhan batuk, apalagi kronik, menunjukkan ada masalah kesehatan di paru dan saluran pernapasan yang perlu segera diketahui penyebabnya dan ditangani dengan baik agar tidak jadi masalah berkepanjangan.

Tjandra menjelaskan, batuk kronik adalah batuk yang terjadi lebih dari delapan pekan, batuk akut kalau terjadi sampai tiga pekan, sementara batuk yang dialami antara tiga sampai delapan pekan disebut batuk sub-akut.

“Jadi, penyebutan batuk akut atau kronik adalah sesuai dengan lamanya keluhan atau gejala, bukan karena berat ringannya gejala,” katanya.

Ia mengatakan, sebagian besar batuk kronik dapat ditangani dengan menghindari faktor risiko seperti berhenti merokok, menghindari polusi udara, dan menghindari alergi tertentu.

“Kalau memang dengan menghindari faktor risiko, batuk kronik masih saja terjadi, maka perlu ditangani sesuai penyakitnya, bisa asma bronkial atau penyakit yang berhubungan, penyakit paru obstruktif kronik, infeksi virus atau bakteri, penyakit paru interstitial, sampai ke kemungkinan kanker paru,” ujarnya.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril melaporkan sekitar 33 persen pasien COVID-19 di Indonesia mengalami Long COVID-19. Gejalanya masih muncul, meski pasien sudah dinyatakan sembuh.

Silahkan kirim ke email: [email protected].
Stay connect With Us :
  • Bagikan