HERALD.ID, JAKARTA – Pengamat politik Rocky Gerung menilai tindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sempat memanggil Anies Baswedan beberapa waktu lalu terkait penyelenggaraan Formula E menjadi panggung gratis.

“Kalau hanya possibility kan pasti Anies diganggu terus, justru gangguan itu dapat menjadi panggung bagi Anies. Jadi ada panggung gratis yang disediakan oleh kekonyolan konstitusi ini. Kalau kayak begitu, saya ingin dia (Anies) dipanggil oleh KPK terus, agar dia ceramah di situ,” kata Rocky dikutip di Inilah, Rabu (5/10/2022).

Rocky juga menyinggung sebagai seorang aktivis, dirinya menganggap bahwa pencalonan Anies sebagai calon presiden (capres) bukanlah hal yang penting untuk dipedulikan. Justru yang ia pedulikan adalah berani mewujudkan hal yang tidak mungkin.

“Yang saya peduli syarat fundamental nol persen. Kalau Anies menang karena nggak bertanding di 20 persen (presidential threshold) kenapa koalisi, kenapa terpaksa lewat NasDem. Bagi seorang aktivis, soalnya bukan di art of possible, tapi the art of taking impossible,” terangnya.

Terkait upaya KPK yang dinilai menjegal Anies, Rocky menyebut bahwa kemungkinan seperti itu akan tetap ada, namun yang harus dilihat adalah bahwa kepemimpinan yang kontras saat ini ada pada Anies.

“Semua orang datang ke KPK, tapi coba lihat siapa yang datang pertama, yang datang pertama itu 212. Tapi saya balik lagi adanya kontras kepemimpinan karena itu memilih Anies. Kalau pilih Ganjar, Ganjar cuma penerus Jokowi. Dia akan menyelesaikan proker (program kerja) Jokowi,” jelasnya. (*)