Cerita Pertama Putri Candrawathi kepada Benny Ali Pasca Kejadian di Duren Tiga, Pergi Pakai Legging Pulang Pakai Piyama

- HeraldNews
  • Bagikan
sidang ferdy sambo
Suasana sidang pembacaan dakwaan terhadap Ferdy Sambo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 17 Oktober 2022.

HERALD.ID — Putri Candrawathi pulang ke rumah pribadi di Jalan Saguling dengan piyama. Bajunya terbuka pada bagian dada, dipadukan celana pendek warna senada.

Saat itu Jumat sore menjelang magrib, 8 Juli 2022. Tidak lama kemudian, Kepala Biro Provos Propam Polri, Benny Ali menyusul Putri ke Jalan Saguling.

Benny bertanya apa yang terjadi di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga. Putri bercerita, Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat meraba pahanya saat sedang tidur dan mengenai kemaluannya.

Saat itu, Putri langsung berteriak. Yosua langsung menodongkan senjata. Sehingga datang Bharada E menghampiri dan terjadi tembak menembak yang menewaskan Yosua.

Cerita di atas adalah fiktif. Materi dakwaan terhadap Ferdy Sambo itu dibacakan jaksa penuntut umum dalam sidang perdana kasus obstruction of justice di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 17 Oktober 2022.

“Sidang perkara nomor 796 atas nama terdakwa Ferdy Sambo, S.H., S.I.K., M.H., dinyatakan dibuka dan terbuka untuk umum,” kata Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso yang membuka sidang sekira pukul 09.57 WIB.

Tim penasihat hukum Ferdy Sambo memasuki ruangan sidang sekitar pukul 09.49 WIB, begitu pula dengan jaksa penuntut umum. Sementara majelis hakim dan Sambo yang mengenakan pakaian batik memasuki ruang sidang pukul 09.51 WIB

Sidang Ferdy Sambo dilaksanakan di Ruang Sidang Utama Oemar Seno Adji di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan jumlah peserta yang dibatasi sekitar 50 orang. Tampak dua layar proyektor juga terpasang di dalam ruang sidang.

Sidang dipimpin Wahyu Iman Santoso sebagai ketua majelis hakim, didampingi Morgan Simanjutak dan Alimin Ribu Sujono sebagai anggota.

Ferdy Sambo dalam surat dakwaannya didakwa secara kumulatif oleh JPU, yakni dakwaan pertama pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan pasal 49 UU ITE terkait obstruction of justice atau menghalang-halangi proses hukum.

Silahkan kirim ke email: [email protected].
Stay connect With Us :
  • Bagikan