Terus Bertambah, Total sudah 159.104 Kematian akibat COVID-19 di Indonesia

- Covid19
  • Bagikan
bendahara bpbd
Ilustrasi korban COVID-19

HERALD.ID, JAKARTA—Kasus COVID-19 di Indonesia mengalami lonjakan akhir-akhir ini. Jumlah kematian juga terus bertambah setiap harinya.

Paling baru, ada 36 pasien COVID-19 dinyatakan meninggal dunia dalam 24 jam terakhir. Dengan demikian, jumlah kasus kematian akibat Corona di Indonesia menjadi 159.104.

Saat ini, masuknya sub varian Omicron XBB dikhawatirkan bisa memunculkan gelombang baru pandemi. Kewaspadaan tinggi harus dilakukan apalagi studi baru mengungkapkan, pengulangan COVID-19 lebih berisiko daripada infeksi pertama.

Pemerintah melaporkan tambahan kasus baru positif virus Corona pada Minggu (13/11/2022) sebanyak 4.877 kasus. DKI Jakarta menjadi provinsi penyumbang kasus terbanyak, yaitu 2.261 kasus.

Total kasus Corona di Indonesia sejak Maret 2020 hingga hari ini berjumlah 6.561.504 kasus. Sementara kasus sembuh tercatat 4.347 sehingga total menjadi 6.352.606.

Berdasarkan data sebaran Minggu, kasus COVID-19 paling banyak ditemukan di DKI Jakarta dengan 2.261 kasus. Provinsi Jawa Barat menjadi penyumbang kasus harian terbanyak kedua dengan 706 kasus.

Sedangkan berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tambahan kasus COVID-19 selama sepekan terakhir (3-9 November) mencapai 35.248 atau melonjak 47,3 persen dibandingkan pekan sebelumnya (27 Oktober-2 November) yang menembus 23,39 persen.

Penambahan kasus sebanyak 35.248, melonjak signifikkan dibandingkan pada pekan kedua Oktober 2022. Pada pekan kedua Oktober (6-12 Oktober), kasus COVID-19 di Indonesia mencapai 11.586. Artinya, kasus COVID-19 sudah naik tiga kali lipat lebih atau 204 persen dalam kurun waktu sebulan terakhir.

Kenaikan signifikan jumlah kasus ini terjadi menyusul masuknya varian Omicron XBB. Subvarian baru Omicron ini sudah mendominasi di Indonesia sejak tiga minggu terakhir. Hal ini dipengaruhi oleh penularannya yang lebih cepat dengan puncak kasus diperkirakan setara dengan BA.4 dan BA.5 yang menyebar pada Juli hingga Agustus 2022.

Kementerian Kesehatan mengumumkan jika varian tersebut sudah terdeteksi di Indonesia pada 22 Oktober lalu. Selain itu, pemerintah menduga kenaikan kasus aktif COVID-19 dalam beberapa waktu terakhir juga disebabkan karena mulai loggarnya kesadaran masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan.

Silahkan kirim ke email: [email protected].
Stay connect With Us :
  • Bagikan