Anies Baswedan Curi Start Kampanye atau Tidak? Ini Penjelasan Mantan Komisioner KPU RI

- Politik
  • Bagikan
anies baswedan
Anies Baswedan di Jayapura, Papua.

HERALD.ID — Anies Baswedan untung besar. Status tanpa jabatan membuatnya leluasa keliling Indonesia. Benarkah kegiatan mengumpulkan massa itu bagian dari curi start kampanye?

Saat ini, Anies tengah dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Mantan gubernur DKI Jakarta itu dianggap mencuri start kampanye.

Dalam beberapa kesempatan, Anies disambut massa yang menyemut. Sudah seperti kampanye terbuka resmi. Anies berorasi di atas panggung raksasa, seperti di Aceh dan Padang.

Bagi mantan komisioner KPU, Hadar Nafis Gumay, safari politik Anies tak bisa dikualifikasikan dengan kegiatan kampanye karena eks gubernur DKI belum secara resmi diusung oleh gabungan parpol sebagai capres.

Menurut Hadar, Peraturan KPU (PKPU) mengatur kampanye merupakan kegiatan yang dilakukan oleh tim dan pasangan capres-cawapres koalisi parpol.

Anies diangap belum memenuhi kriteria yang diatur dalam Pasal 21 BAB I dan Pasal 23 Bab I PKPU.

“Ya enggak relevan (laporan itu). Kita lihat saja Bawaslunya bilang apa. Saya kira enggak relevan karena yang diatur dalam aturan kampanye selama ini, walaupun untuk Pemilu 2024 (PKPU) belum diperbaiki, belum dibuat, dimutakhirkan oleh penyelenggara pemilu,” kata Hadar mengutip Inilah.com, Kamis (8/12/2022).

Menurutnya, safari politik yang dilakukan Anies juga sah-sah saja, dan tidak bisa dilarang.

“Negara kita ini adalah negara yang menjamin kebebasan orang kemana-mana, jadi boleh. Kalau dia tahanan, enggak boleh, tetapi dia adalah warga biasa, tidak demokratis kalau dilarang,” lanjunya.

Hadar meyakini pelaporan yang dialamatkan kepada Anies keliru. Dia malah ingin mengetahui argumentasi pelapor yang meyakini Anies curi start kampanye.

Silahkan kirim ke email: [email protected].
Stay connect With Us :
  • Bagikan