Pimpinan DPR Minta Jaringan Teroris Disikat Habis

- Peristiwa
  • Bagikan
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. (Foto: Yoga/dpr.go.id)

HERALD.ID, JAKARTA—Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan (Korekku) Sufmi Dasco Ahmad meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pelaku teror.

Menurut dia, seluruh jaringan teroris harus ‘disikat’ habis, tentu dengan dukungan masyarakat luas yang selama ini dihantui aksi teror.

“Kepada aparat penegak hukum agar bekerja keras dan lakukan tindakan hukum yang tegas terhadap para oknum-oknum teroris yang selalu menghantui masyarakat. Sikat habis hingga akar-akarnya, seluruh rakyat akan mendukung,” kata Dasco dikutip dari dpr.go.id, Kamis, 8 Desember 2022.

Dasco yang mengucapkan turut berduka atas meninggalnya korban dari pihak Kepolisian juga meminta kepada masyarakat untuk tidak panik dan mempercayakan penanganan kepada aparat Kepolisian, serta meminta masyarakat untuk untuk bersatu menyatakan tidak takut kepada para pelaku teror.

 “Kami mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia menyatakan kita tidak takut, menyatakan kalau kita bangkit untuk terus melawan terorisme, nyatakan tentang kekompakan kita, nyatakan kita Cinta NKRI,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPR RI Eva Yuliana menyampaikan duka cita atas meninggalnya satu anggota Polri dalam peristiwa bom bunuh diri di Markas Polsek Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Rabu kemarin (7/12).

Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem itu mengutuk keras aksi tersebut dan meminta jajaran Polri dan Densus 88 segera mengusut tuntas kejadian yang mengoyak perasaan publik itu.

“Saya pribadi dan Fraksi Partai NasDem DPR mengecam keras kejadian aksi bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar itu. Aksi itu jauh dari rasa kemanusiaan. Kejadian ini menjadi duka yang dalam untuk kita semua. Polri harus segera mengusut tuntas aksi bom bunuh diri tersebut,” ujar Eva dalam keterangan tertulisnya.

Legislator Dapil Jawa Tengah V itu juga meminta Polri mengevaluasi dan meningkatkan SOP (Standar Operasional Prosedur) pengamanan objek vital, terlebih menjelang Natal dan tahun baru.”Polri perlu mengevaluasi dan meningkatkan awarnessnya, terlebih pada pelaksanaan SOP pengamanan objek vital,” pintanya.

Eva juga meminta masyarakat tetap tenang menyikapi kejadian bom bunuh diri di Bandung itu. Eva meyakini bahwa teror yang terjadi tidak berkaitan dengan agama atau kepercayaan apapun.

Silahkan kirim ke email: [email protected].
Stay connect With Us :
  • Bagikan