Turis Takut ke Bali Gara-Gara KUHP Baru, Selama Ini Indonesia Dapat Uang dari Zina?

- HeraldNews
  • Bagikan
KUHP baru
Pantai Kuta di Bali, salah satu tujuan favorit wisatawan mancanegara.

HERALD.ID — Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru tengah diuji. Wisatawan mancanegara disebut ramai-ramai membatalkan rencana liburan ke Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.

Disebutkan, salah satu alasannya, karena takut dengan pasal zina dalam KUHP yang baru. Orang yang kumpul kebo bisa dilaporkan dan dihukum.

Pembatalan kunjungan wisatawan tersebut menunjukkan beberapa tempat di Indonesia selama ini dijadikan lokasi maksiat. Labuan Bajo dan Bali, dua di antaranya.

KUHP yang disahkan pada Selasa (6/12/2022) memuat beberapa pasal perzinaan. Di antaranya pasal 411 dan pasal 412.

Pasal 411 ayat 1 berbunyi, “Setiap orang yang melakukan persetubuhan dengan orang yang bukan suami atau istrinya, dipidana karena perzinaan, dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau pidana dengan paling banyak kategori II.”

Pasal 412 berbunyi, “Setiap orang yang melakukan hidup bersama sebagai suami istri di luar perkawinan dipidana dengan pidana penjara paling lama enam bulan atau pidana denda paling banyak kategori II.”

Kedua pasal tersebut sebenarnya sangat bagus. Diharapkan meminimalkan praktik perzinaan. Tempat-tempat wisata di Indonesia tidak lagi dijadikan lokasi maksiat.

Namun, tekanan internasional tampaknya cukup kuat. Mengutip BBC, KUHP yang baru-baru ini disahkan membuat resah turis Australia. Beberapa surat kabar asing juga turut menyoroti undang-undang yang baru ini.

Sebagai negara yang cukup dekat dari Indonesia, Australia menjadi salah satu penyumbang terbesar kedatangan turis ke Bali. Banyak dari mereka yang menjadikan Bali sebagai destinasi tempat liburan singkat mereka.

Berkaitan dengan KUHP tersebut, mereka tengah memahami seperti apa undang-undang yang akan dijalankan.

Silahkan kirim ke email: [email protected].
Stay connect With Us :
  • Bagikan