HERALD.ID, MAKASSAR – Virendy Marjefy Wehantouw (19), mahasiswa Unhas meninggal dunia saat mengikuti Diksar Mapala di Kabupaten Maros. Namun, terkait penyebab kematiannya belum terungkap hingga kini.

Kasat Reskrim Polres Maros, Iptu Slamet, mengatakan, pihaknya saat ini masih fokus pada penyelidikan dalam kasus ini.

“Masih proses penyelidikan,” katanya kepada Herald Sulsel, Senin 23 Januari 2023.

Sejauh ini, penyidik telah memanggil sejumlah saksi dalam kasus ini. Mereka dimintai keterangan soal penyebab kematian korban.

“Panitia udah dipanggil. Panitia dan peserta kurang lebih 10 orang. Masih proses penyelidikan. Kalau keterangannya tidak bisa kami berikan,” tambahnya. 

Saat ditanya kembali soal penyebab meninggalnya Virendy, pihaknya belum bisa memberikan keterangan.

“Nanti. Belum bisa (disampaikan,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Virendy Marjefy meninggal saat mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) Mapala 09 di Lintas Jalur Maros-Malino, Kabupaten Maros (Sulsel). 

Diksar ini dimulai sejak Selasa 10 Januari 2023. Korban Virendy pun mengikuti Diksar ini sejak awal. Berselang beberapa hari, kondisi kesehatannya mulai mulai menurun dan meninggal dunia pada Jumat malam, 13 Januari 2023.

Virendy sempat dievakuasi turun gunung. Namun nyawanya tidak tertolong dan meninggal. Ia pun dibawa ke RS Grestelina, Makassar. 

Hingga kini, belum diketahui secara pasti penyebab meninggalnya Virendy. Kabag Humas Unhas, Supratman Athana mengatakan, pihaknya masih mencari tahu terkait hal ini. (sak)