Tanggapan Ketua Dewan Pers atas Pengaduan PDIP terhadap Metro TV dan Media Indonesia

- HeraldNews
  • Bagikan
Ninik Rahayu

HERALD.ID, JAKARTA — Dewan Pers telah menerima pengaduan Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) DPP PDIP. Dua media yang diadukan yakni Metro TV dan Media Indonesia.

Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu mempersilakan PDIP untuk melaporkan media yang dalam pemberitaannya dianggap merugikan mereka.

Menurutnya, Dewan Pers berupaya untuk menjaga pers nasional agar independen, menjaga standar kualitas, dan terlepas dari campur tangan atau intervensi pihak luar.

“Dewan Pers akan menyelesaikan sengketa pemberitaan melalui mekanisme UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” katanya.

Namun, kata Ninik, jika ternyata sengketa itu merupakan persoalan pidana, maka penyelesaiannya akan diserahkan ke kepolisian.

“Sudah ada perjanjian kerja sama tentang hal ini dengan kepolisian,” tegas Ninik yang baru beberapa hari mendapat amanah sebagai ketua Dewan Pers.

Sebelumnya diberitakan, dua media nasional dalam satu payung diadukan ke Dewan Pers. Tidak tanggung-tanggung, pengadu datang dari partai politik pemenang pemilu, PDIP.

Pengaduan dilakukan melalui Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) DPP PDIP. Langkah itu buntut pemberitaan kedua media tersebut tentang perayaan HUT ke-50 PDIP baru-baru ini.

Kepala BBHAR DPP PDIP, M Nurdin menduga, dewan redaksi dari dua media tersebut rangkap jabatan dengan kepengurusan maupun anggota partai politik tertentu.

Padahal, kata dia, izin media tersebut adalah media publik, bukan media internal partai. Oleh sebab itu, Nurdin mengatakan politik pemberitaannya mesti netral, tidak partisan, dan mencerdaskan.

Silahkan kirim ke email: [email protected].
Stay connect With Us :
  • Bagikan