Ahli Gizi Bongkar Kedok 4 Spesies Ikan Berbahaya, Begini Cara Makan untuk Menghindari Efeknya

- Kesehatan
  • Bagikan
Ikan yang sudah siap disantap. (Sumber: HO)

HERALD.ID – Kita semua tahu, makan ikan memiliki banyak manfaat kesehatan. Tetapi sebuah penelitian di Amerika menemukan, makan ikan terkait dengan kanker kulit.

Sebuah penelitian besar di Amerika menemukan, makan terlalu banyak ikan per hari (tuna dan ikan yang tidak digoreng, ikan goreng), dikaitkan dengan peningkatan risiko melanoma. Penyebabnya diduga ikan yang terkontaminasi. Studi ini dipublikasikan dalam Journal of Cancer Cause and Control.

Peneliti Universitas Brown mengikuti 491.367 orang Amerika dengan usia rata-rata 62 tahun. Mereka menemukan, orang-orang yang mengonsumsi rata-rata 48,2 gram ikan (setara dengan sekitar 300 gram per minggu), memiliki peningkatan risiko melanoma. Konsumsi ikan setiap hari hanya 3,2g. Selain itu, orang yang banyak makan ikan memiliki risiko 28% lebih tinggi untuk mengembangkan sel abnormal di lapisan luar kulit.

Studi ini juga menemukan, peningkatan konsumsi ikan dan tuna yang tidak digoreng juga dikaitkan dengan peningkatan risiko melanoma in situ (prakanker) dan melanoma stadium 0.

Orang yang makan rata-rata 14,2 gram tuna per hari memiliki 20% risiko melanoma lebih tinggi dan risiko melanoma stadium 0 17% lebih tinggi, dibandingkan dengan mereka yang makan rata-rata 0,3 gram tuna per hari.

Selain itu, mengonsumsi 17,8 gram ikan yang tidak digoreng per hari dikaitkan dengan risiko melanoma 18% lebih tinggi dan risiko melanoma stadium 0 25% lebih tinggi dibandingkan dengan hanya makan 0,3 gram.

Para peneliti berspekulasi, penyebab utamanya mungkin terkait dengan polutan pada ikan, seperti bifenil poliklorinasi, arsenik, dan merkuri. Saat ini, hanya asosiasi polutan ini dengan risiko kanker kulit yang dapat ditentukan; tetapi karena penelitian ini tidak membandingkan jumlah tahi lalat, warna rambut, riwayat sengatan matahari yang parah, dan efek matahari pada kulit, tidak mungkin menarik hubungan kausal antara konsumsi ikan dan pembentukan tumor ganas.

Apa penyebab kanker kulit?

Ahli gizi Taiwan Wu Yingcheng mengatakan, penelitian ini hanya dapat menunjukkan korelasi antara asupan ikan dan melanoma, tetapi tidak dapat menentukan hubungan sebab akibat. Mungkin dipengaruhi oleh faktor lain sehingga tidak dapat langsung dikaitkan dengan asupan ikan yang tinggi.

Penyebab utama kanker kulit adalah paparan jangka panjang terhadap sinar ultraviolet, lingkungan radioaktif, atau paparan kronis terhadap bahan kimia. Penelitian sebelumnya menunjukkan, air yang mengandung arsenik dapat meningkatkan risiko kanker kulit.

Editor: Aswad Syam
Silahkan kirim ke email: [email protected].
Stay connect With Us :
  • Bagikan