HERALD.ID, JAKARTA – Di tengah hangatnya perbincangan terkait transaksi janggal Rp300 triliun di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), kini nama Bupati Meranti Muhammad Adil jadi santer netizen.

Itu setelah akun Twitter @JantunGPiisanG yang mengungkit kembali pernyataan Muhammad Adil yang mengeluhkan soal pegawai Kemenkeu.

Dalam cuitannya, pemilik akun Twitter itu menyebut pernyataan Bupati Meranti tersebut kini terbukti benar dan valid terkait pegawai Kemenkeu.

Saat itu, Muhammad Adil memprotes soal dana bagi hasil (DBH) minyak di Kepulauan Meranti karena uang yang diperoleh tidak sesuai dengan banyaknya minyak yang diambil di wilayah tersebut.

Adil menyampaikan segala kekecewaan sekaligus kemarahannya dalam acara rapat koordinasi Pengelolaan Pendapatan Belanja Daerah di Pekanbaru pada 9 November lalu.

Bahkan saking emosinya, Adil menyebut pegawai keuangan berisi iblis dan setan karena upaya menemui pejabat Kemenkeu untuk membahas soal pembagian DBH itu.

“Sampai saya kejar ke Bandung orang Kemenkeu, juga tidak dihadiri oleh yang kompeten, itu yang hadir waktu itu nggak tahulah. Sampai pada waktu itu saya bilang, ‘Ini orang keuangan ini isinya iblis atau setan?,” sondirnya.

Politikus Partai Demokrat Cipta Panca Laksana mengenang momen pahit dirinya di-bully oleh stafsus Menteri Keuangan yang bernama Yustinus Prastowo.

Tidak hanya oleh Yustinus Prastowo, Panca juga mengaku di-bully oleh buzzer pemerintah. “Gara2 bupati Meranti ini dulu gue dibully @prastow dan bala2 buzzeRp dia nih,” ujarnya

Untuk diketahui, Kemenkeu terus menjadi sasaran empuk usai disorotnya penemuan uang Rp300 triliun di Dirjen Pajak dan Bea Cukai.

Pergerakan uang dengan jumlah fantastis itu ditemukan usai Menko Polhukam Mahfud MD menelusuri transaksi lain di luar kasus mantan pejabat Ditjen Pajak Rafael Alun Trisambodo.

Padahal sebelumnya ditemukan transaksi janggal dari 69 orang di kementerian tersebut mencapai Rp500 miliar di luar kasus ayah Mario Dandy Satrio.

Tak hanya itu, Rafael Alun Trisambodo pun diketahui memiliki aset yang berjumlah triliunan. (*)