HERALD.ID, SLEMAN – Wanita cantik yang menjadi korban mutilasi diketahui bernama Ayu Indraswari (34). Dia berasal dari Kecamatan Kraton, Yogyakarta. Tubuhnya ditemukan dengan kondisi mengenaskan di kamar mandi sebuah penginapan di Kawasan Kaliurang, Yogyakarta. Terpotong menjadi 65 bagian.

Polda DIY bersama Polresta Sleman, tengah melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku mutilasi.

Dirreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Nuredy Irwansyah Putra mengatakan, mereka telah mengantongi identitas terduga pelaku dan yang bersangkutan sudah melarikan diri ke luar kota.

“Dan saat ini teman-teman di Resmob ataupun tim opsional Polda dan polresta Sleman sedang melakukan pengajaran kepada upaya penangkapan terhadap yang diduga pelaku,” kata Nuredy usai pemusnahan barang bukti kejahatan di Mapolda DIY, Selasa, 21 Maret 2023.

Pada Senin, 20 Maret 2023 malam, petugas kepolisian sudah melakukan penggeledahan ke salah satu indekos, yang diduga ditinggali pelaku.

Petugas mendapatkan satu bukti petunjuk, yaitu adanya surat yang diduga dibuat pelaku.

Dalam surat tersebut terkuak, bahwasanya terdapat penyesalan pada pelaku.

Selain itu, juga ada pernyataan soal tekanan akibat utang.

Pelaku juga mengucapkan selamat tinggal kepada kenalannya.

Hal itulah yang lantas membuat dugaan mereka semakin kuat, jika terduga pelaku tersebutlah yang melakukan mutilasi.

“Dan saat ini kita sedang melakukan upaya penangkapan ya terhadap pelaku yang diduga berada di luar kota sudah berada di luar kota Jogja,” terang dia.

Nuredy mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum bisa menyebutkan inisial pelaku karena masih dalam pengejaran.

Termasuk juga asal usul dari terduga pelaku tersebut.

Dia juga belum bisa menyimpulkan hubungan antara terduga pelaku dengan korban.

Namun berdasarkan keterangan para saksi yang berada di penginapan, kedua orang tersebut datang bersamaan dan nampak tidak ada permasalahan di antara keduanya.

“Jadi keduanya datang nampak harmonis. Tidak banyak ada masalah,” kata dia.
Sebelumnya diberitakan nasib miris nasib yang menimpa ibu dua anak di Sleman. Senin, 20 Maret 2023 dini hari, mayatnya ditemukan di sebuah penginapan di Kelurahan Purwodadi, Pakem, Sleman, Yogyakarta. Sudah terpotong menjadi 65 bagian.

Wanita itu berinisial AI, 35 tahun usianya. Pihak kepolisian saat ini masih berupaya untuk mengungkap kasus mutilasi tersebut.

Sementara jasad AI sudah dimakamkan di Makam Karangkajen, Brontokusuman, Mergangsan, Kota Yogyakarta, Senin sore.

Ayah korban, Heri Prasetya (64) mengatakan, setiap hari anaknya berangkat kerja pukul 07.00 WIB. Memang kata dia, kalau Sabtu tidak full kerjanya.

“Biasanya untuk pergi kemana kurang tahu senengane e dekne (kesenangan dia) gimana enggak tahu,” ungkapnya.

“Tapi dari dulu dia senengane (sukanya) makannya di warung Pakem, kulineran itu loh, dulu sama teman-temannya di sana,” bebernya.

Menurut Heri, putrinya sudah memiliki dua orang anak. Yang tua berusia 8 tahun, dan bungsu 1 tahun.

Di matanya, AI merupakan sosok ibu yang bertanggung jawab terhadap kedua anaknya.

“Jadi kalau pulang kerja, ya pulang. Paling sama anaknya gojek-gojek (bercanda) anaknya mau minta apa baru keluar lagi,” jelas Heri.

Sementara itu, Dukuh Purwodadi, Kamri menjelaskan, penemuan jasad korban bermula pada Minggu, 19 Maret 2023.

Saat itu, penjaga penginapan merasa curiga karena tamu yang menginap sejak Sabtu sore tak kunjung keluar kamar.

Sementara lampu kamar terus menyala.

Merasa curiga, penjaga penginapan lantas mengetuk pintu kamar tersebut sekira pukul 22.30 WIB.

Akan tetapi, tidak ada respons dari tamu yang menyewa kamar tersebut.

Penjaga penginapan kemudian berinisiatif mencongkel jendela guna mengetahui kondisi di dalam kamar.

“Terus dibuka, congkel lewat jendela kecil ditemukanlah (mayat) di kamar mandi,” ujar Kamri.

Saat itu, ia mengaku ditelepon oleh penjaga penginapan, lalu menghubungi Polsek Pakem, Polresta Sleman, dan Polda DIY.

Kamri mengungkapkan, saat ditemukan, tubuh korban dalam kondisi sudah tidak utuh.

“Jenazah baru berhasil dievakuasi saat azan Subuh dan dibawa ke RS Bhayangkara,” terangnya. (yon/asw)