HERALD.ID, JAKARTA—Kubu Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto yang akan bersaing di pemilihan presiden (Pilpres) 2024 belakangan ini saling serang.

Itu bermula dari komentar Wakil Ketua Koordinator Pemenangan Ganjar Pranowo, Adian Napitulu yang menyebut bahwa Prabowo bukan lawan sebanding Ganjar.

Ketua Relawan Prabowo Mania 08 Immanuel Ebenezer atau Noel pun tak tinggal diam. Ia menanggapi Adian dengan memberikan penilaian kalau capres Partai Gerindra Prabowo Subianto memiliki perbedaan dengan capres PDIP Ganjar Pranowo dari sisi literasi.

“Pak Prabowo punya literasi yang luar biasa dengan membaca buku. Yang satu (Ganjar) sibuk nonton film porno. Jadi memang tidak sebanding,” kata Noel dikutip dari kanal YouTube Immanuel Ebenezer Official pada Rabu (10/5/2023) malam.

Noel juga menyinggung prestasi Prabowo dalam kesungguhannya bekerja untuk rakyat. Ia menyebut bahwa Prabowo berhasil menyelamatkan uang rakyat sebesar Rp51 triliun, sedangkan Ganjar hanya sebatas wacana perihal antikorupsi.

“Pak Prabowo luar biasa dengan jaringannya, dengan kematangannya, tidak baper, sibuk dan lainnya bekerja untuk bangsa ini. Yang satu sibuknya bikin konten, kalau kata Farel, ojo dibanding-bandingke,” tegasnya.

Saling berbalas serangan itu membuat petinggi Partai Gerindra ikut bersuara. Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pihaknya tidak mendukung langkah-langkah sosialisasi yang menjelekkan pihak lawan. Karena hanya akan memperkeruh suasana.

“Terhadap kader Partai Gerindra saya sudah sampaikan bahwa kader dan struktur kita harus menjaga suasana yang sejuk dalam pemilu legislatif dan dalam pemilu presiden,” tuturnya kepada Inilah.com saat dihubungi di Jakarta, Kamis (11/5/2023).

“Serta fokus mensosialisasikan keberhasilan-keberhasilan kinerja pak Prabowo, tanpa menyerang partai atau capres lain. Itu berlaku untuk struktur, kader, dan pengurus Partai Gerindra yang ada di bawah kewenangan kami,” tegasnya.

Ini juga berlaku bagi para relawan. Meski begitu ia akui, saat ini kelompok relawan masih berjalan sendiri-sendiri belum satu frekuensi dengan kebijakan partai. Dasco menyebut, nanti mereka akan dikumpulkan untuk menyamakan frekuensi.

“Pada waktunya nanti akan dikumpulkan oleh orang atau person yang kompeten dalam penanganan pilpres ini, khususnya untuk relawan untuk kemudian disamakan frekuensinya,” pungkas Dasco.

Ganjar Pranowo sempat mengungkapkan bahwa dirinya menyukai film porno saat menjadi narasumber di Podcast Deddy Corbuzier tiga tahun yang lalu.

“Eh kalau saya nonton film porno itu salah saya di mana? Coba, saya dewasa, benar tidak sih?,” kata Ganjar dalam podcast Deddy Corbuzier, dikutip Rabu (10/5/2023).

Menurut Ganjar, dirinya tidak melakukan kesalahan apapun. “Salah saya di mana kalau saya nonton gambar porno, film porno. Wong saya suka kok. Saya sudah dewasa, punya istri. Yang tidak boleh kan saya kirim-kirim itu (video porno), karena mengirim itu dalam UU ITE (Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik) tidak boleh menyebar,” tegasnya. (*)