HERALD.ID, JAKARTA —Menkopolhukam Mahfud MD mengklaim tak ada upaya penjegalan yang dilakukan pemerintahan Jokowi terhadap pencapresan Anies Baswedan.

Mengenai hal ini, Pakar Hukum Tata Negara dan pengamat politik Refly Harun mengungkapkan orang-orang tak bodoh untuk melihat adanya upaya penjegalan terhadap Anies.

“Kita tak bisa menerima begitu saja sebuah statement, Pak Mahufd memnag pandai untuk buat pernyaataan, tapi orang juga tidak bodoh, upaya penjegalan itu kasat mata,” ujar Refly melalui kanal Youtubenya, dikutip Wartaekonomi.co.id, Jumat 2 Juni 2023.

Bukannya tanpa alasan, menurut Refly, upaya penjegalan Anies sangat terlihat dilakukan oleh kekuasaan Jokowi.

Salah satu yang Refly singgung adalah terkait dengan manuver Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko yang terus berupaya melakukan pengambilalihan Partai Demokrat dari kepemimpinan AHY. Untuk diketahui, Demokrat telah mengusung Anies Baswedan sebagai bacapres mereka.

“Moeldoko itu apa? Moeldoko itu KSP, walaupun sudah kalah 16 kali tetap saja ingin ambil alih Partai Demokrat. Kalau itu konflik internal it’s okay, tapi ketika ada Moeldoko ini yang nggak benar, bayangkan ada orang luar mau ambil partai orang lain wah ini kebangetan namanya, seharusnya dia tidak mau,” jelasnya.

Karenanya, menurut Refly, terlalu naif jika mengatakan tak ada upaya penjegalan terhadap Anies.

“Itu kan kata Mahfud, tapi faktanya memang kelihatan ada upaya penjegalan, orang bisa merasakan, memang orang bodoh,” ujar Refly.

Karenanya, Refly menilai saat ini orang-orang sudah tidak bodoh untuk melihat adanya campur tangan kekuasaan untuk menjegal Anies Baswedan agar tak bisa ikut Pilpres 2024.

“Jadi kita tak bisa menerima begitu saja sebuag statement, Pak Mahufd memnag pandai untuk buat pernyaataan, tapi orang juga tidak bodoh, upaya penjegalan itu kasat mata,” tegasnya.

Sebelumnya, Mahfud MD menegaskan tak ada penjegalan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap Anies Baswedan.

Menurutnya, yang ada hanyalah kompetisi politik seperti biasa.

“Ndak ada (penjegalan), itu isi politik, itu bagian dari perlombaan kontestasi politik yang mengatakan ini dijegal, mungkin biar pendukungnya muncul atau mungkin biar yang milih sedikit, kenapa dijegal, karena ini. Ndak ada (penjegalan Anies),” kata Mahfud di Lapangan Pancasila, Ende, NTT, Kamis (1/6).