Ganjar Pranowo Jadi Korban Politik Cawe-cawe PDIP-Jokowi, Rocky Gerung: Kasihan!

- Politik
  • Bagikan
Rocky Gerung
Pengamat Politik Rocky Gerung

HERALD.ID – Keputusan PDI Perjuangan (PDIP) mendukung langkah cawe-cawe Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2024 dinilai sebagai langkah buruk. Hal itu disampaikan pengamat politik Rocky Gerung lewat video yang diunggah YouTube Rocky Gerung Official.

Rocky menyoroti rekam jejak Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang selama ini sangat taat konstitusional. Sayangnya, dengan kalkulasi untuk menaikkan suara Ganjar Pranowo, PDIP dinilai harus kembali merangkul Jokowi dengan mengambil langkah mendukung cawe-cawe Presiden RI tersebut.

“Tiba-tiba sekarang Bu Mega jadi pragmatis. Karena ada kalkulasi bagi dia yang to be or not to be. Ganjar itu pertarungan terakhir Bu Mega,” jelasnya dalam video berjudul “Rangkul Kembali Jokowi dengan Kasih Restu untuk Cawe-cawe, PDIP Punya Marketing Buruk” yang tayang Rabu, 7 Juni 2023.

Dengan mendukung cawe-cawe Jokowi, jelas Rocky, publik akan melihat bahwa cawe-cawe yang dimaksud sejak awal memang diinginkan oleh PDIP. Hal ini, lanjutnya, merupakan upaya marketing yang buruk.

“Orang akan melihat: kalau begitu, dari awal bukan Pak Jokowi yang ingin cawe-cawe, PDIP yang ingin cawe-cawe. Ini jadi marketing buruk bagi PDIP,” tegasnya.

Dampaknya, lanjut Rocky Gerung, suara PDIP akan merosot dan berimbas pada kedudukan Ganjar Pranowo sebagai bacapres. Dalam bahasa Rocky, Ganjar diumpankan untuk permainan yang buruk.

“Saya kasihan pada Ganjar. Sebetulnya dia masih bisa dipoles oleh relawannya untuk tampil jadi tokoh independen, sekarang Ganjar dianggap sebagai tokoh yang akan digunakan untuk politik cawe-cawenya PDIP melalui Presiden yang diminta meng-endorse cawe-cawenya PDIP,” pungkasnya. (warta/han)

Silahkan kirim ke email: redaksi@herald.id.
Stay connect With Us :
  • Bagikan