HERALD.ID – Masalah maag alias asam lambung naik tidak boleh dianggap sepele. Sebab kondisi tersebut dapat menimbulkan bahaya dan komplikasi serius.

Banyak orang yang menyepelekan kondisi maag atau masalah asam lambung naik. Padahal, gangguan kesehatan ini bukan hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, bila dibiarkan dapat menyebabkan gangguan kesehatan lain yang lebih serius.

Melansir Klikdokter, Jumat (29/9) berikut berbagai komplikasi dan bahaya yang mungkin muncul jika maag atau masalah asam lambung tidak ditangani dengan tepat.

  1. Gangguan Pencernaan Kronis

Maag yang tidak diobati dapat mengganggu proses pencernaan tubuhmu. Salah satu komplikasi yang bisa muncul akibat maag ini adalah gastroesophageal reflux disease (GERD).

Gejala GERD umumnya akan lebih intens dan membuat kamu tidak nyaman. Bahkan jika sudah terkena GERD, kamu bisa mengalami radang tenggorokan kronis, bau mulut, nyeri ulu hati, hingga sakit saat menelan.

  1. Perdarahan Organ yang Tidak Terdeteksi

Bahaya yang mungkin muncul dari maag yang tak kunjung sembuh atau kronis adalah perdarahan organ pencernaan.

Perdarahan internal ini bisa terjadi pada lapisan lambung dan esofagus (kerongkongan). Pada awalnya kondisi ini mungkin tidak menimbulkan gejala tertentu, tapi jika dibiarkan dapat menimbulkan masalah yang lebih serius.

  1. Peningkatan Risiko Kanker Lambung

Menurut studi yang dipublikasikan dalam Journal of Gastric Cancer, masalah asam lambung yang tidak ditangani dalam waktu yang lama dan kronis dapat meningkatkan risiko kanker lambung.

Asam lambung yang berlebihan dapat merusak sel-sel lambung dan menyebabkan perubahan genetik yang berpotensi menjadi kanker.

Penelitian ini menunjukkan bahwa masalah asam lambung harus ditangani dengan serius untuk menghindari risiko kanker lambung yang lebih tinggi.

  1. Gangguan Nutrisi

Orang yang punya maag umumnya sering merasa tidak enak makan, mual, bahkan perut terasa begah. Tentu, hal ini juga akan mempengaruhi pola makan.

Jika dalam waktu yang lama, kondisi ini juga akan mengganggu keseimbangan nutrisi dan gizi yang masuk ke dalam tubuh.

Kondisi ini memungkinkan orang dengan maag jadi tidak makan, sehingga berisiko mengalami kekurangan beberapa vitamin dan mineral yang sebenarnya diperlukan tubuh.

  1. Penyakit Esofagus Barrett

Masalah asam lambung yang tidak diobati, terutama jika kamu menderita GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), dapat meningkatkan risiko penyakit Esofagus Barrett.

Penyakit Esofagus Barret adalah kondisi dimana lapisan kerongkongan mengalami perubahan sel yang tidak normal akibat paparan terus-menerus terhadap asam lambung.

Penyakit Esofagus Barrett meningkatkan risiko kanker kerongkongan (kanker esofagus) yang merupakan penyakit yang serius.

  1. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Beberapa penelitian telah menunjukkan adanya hubungan antara masalah asam lambung yang tidak terkontrol dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Meskipun mekanismenya belum sepenuhnya dipahami, namun dispepsia atau rasa sakit pada ulu hati yang seringkali terkait dengan asam lambung naik dapat memicu reaksi inflamasi pada tubuh yang dapat berdampak pada kesehatan jantung.

  1. Risiko Penyakit Saluran Pernapasan

Asam lambung yang naik ke kerongkongan dapat mengiritasi saluran pernapasan, terutama jika kamu sering merasakan sensasi terbakar di dada atau mengalami batuk terus-menerus.

Hal ini dapat menimbulkan gangguan saluran napas seperti sesak napas, asma, hingga bronkitis.

  1. Gangguan Tidur dan Gangguan Mood

Tidak jarang, penderita maag atau asam lambung naik mengalami gangguan tidur seperti insomnia karena rasa tidak nyaman atau nyeri perut pada malam hari.

Selain itu, karena gejala cukup sering kambuh dan timbul, dapat mengganggu aktivitas harian hingga mood.

Dalam beberapa literatur disebutkan juga bahwa orang yang punya maag kronis cenderung mengalami gejala kecemasan dan depresi. (*)