HERALD.ID — Satgas gabungan melumpuhkan lima anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Kelimanya ditembak prajurit TNI dari Tim Nanggala bagian dari Satgas Damai Cartenz Polri. 

Mereka diketahui seringkali membuat onar dan kerusuhan di wilayah Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin), Papua Pegunungan.

Tim Nanggala melakukan operasi di Kodap 35 di wilayah Serambakon Oksibil. 

Hasilnya, 3 pucuk senjata (1 AR 10, 1 SS1 dan 1 pistol FN) dan 5 orang KSTP tewas di tempat, Kampung Modusit Serambakon Pegubin.

Selain itu, tim Nanggala yang berkekuatan 18 orang tersebut merupakan gabungan dari Nanggala 2 dengan 9 Personel dipimpin Serka Fajar (Grup 1 Kopassus) dan Nanggala 8 dengan 9 Personel dipimpin Letda Mar Edi Tamzil (Taifib). 

Tim Nanggala sudah tiba di Polres Oksibil dengan membawa barang bukti berupa Senjata laras panjang 1 AR-10, 1 SS1 dan 1 pistol FN.

Kapen Kogabwilhan III, Kolonel Czi GN Suriastawa pun membenarkan kejadian tertembaknya 5 KSTP di Serambakon Papua Pegunungan, oleh aparat TNI yang tergabung dalam Satgas Damai Cartenz.

Sebelumnya KST Papua Pegunungan Bintang ini terlibat dalam berbagai gangguan keamanan dan aksi kriminal.  KST Papua telah terlibat gangguan dan pembunuhan terhadap masyarakat sejak awal tahun 2023.

Mereka menyerang dan merampok masyarakat. Bahkan lebih kejamnya, KKB Papua menyerang pemerintah kabupaten dan aparat desa jika tidak menyetor sejumlah uang kepada mereka. 

“Mereka terlibat berbagai gangguan pada lalu lintas penerbangan di sekitar bandara, menembak aparat Brimob yang berpatroli hingga tewas, menembak aparat Satpos PP, membakar rumah dinas DPRD dan kios warga hingga ludes,” ungkap Kolonel Czi GN Suriastawa.

“Perintah Pangkogabwilhan III agar menindak tegas secara terukur terhadap KKB Pegubin. Karena selama ini, telah melakukan kejahatan melakukan pembunuhan warga sipil Orang Asli Papua (OAP), melakukan pembakaran, membunuh Satpol PP, membunuh Brimob dan kejahatan lainnya,” tutupnya. (*)