HERALD.ID– Neraka adalah tempat paling buruk bagi setiap manusia yang memiliki banyak dosa. Allah SWT telah menyiapkan siksaan yang pedih dan kekal bagi para penghuni neraka.

Oleh karena itu, setiap muslim harus berusaha untuk menjauhi perbuatan-perbuatan yang bisa menyebabkan masuk neraka.

Berikut ini adalah tujuh perbuatan yang bisa menyebabkan masuk neraka, berdasarkan dalil-dalil dari Al-Quran dan hadits:

-Memakan Harta Riba

Riba adalah mengambil keuntungan secara tidak adil dari transaksi keuangan. Allah SWT berfirman: “…orang yang kembali (mengambil riba) maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.” (QS Al Baqarah 2: 275)1.

-Memakan Harta Anak Yatim

Anak yatim adalah mereka yang kehilangan ayahnya sebelum baligh. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya, orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).” (QS An Nisa’ [4]: 10).

-Meninggalkan Shalat

Shalat adalah ibadah utama yang harus dilakukan oleh setiap muslim lima kali sehari. Allah SWT berfirman: “Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud, maka mereka tidak kuasa (dalam keadaan) pandangan mereka tunduk ke bawah, lagi mereka diliputi kehinaan. Dan, sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) diseru untuk bersujud dan mereka dalam keadaan sejahtera.” (QS al-Qalam [68]: 42-43).

-Jangan Suka Bergosip

Menggunjing atau bergosip adalah membicarakan keburukan orang lain di belakangnya tanpa sepengetahuannya. Allah SWT berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purbasangka karena sebagian dari purbasangka itu dosa. Dan, janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka, tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan, bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya, Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.” (QS al-Hujurat [49]: 12).

-Pemimpin yang Menipu Rakyatnya

Pemimpin adalah orang yang bertanggung jawab atas urusan kaum muslimin. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang diberikan urusan oleh kaum Muslimin (sebagai pemimpin), lalu ia mengeksploitasi kekayaan mereka, kebutuhan mereka, kesulitan mereka, dan juga kemiskinan mereka niscaya Allah akan menghalanginya pada hari kiamat dari kekayaannya, kebutuhannya, kesulitannya, juga kemiskinannya.” (HR Abu Dawud).

-Melakukan Tindak Korupsi

Korupsi adalah perbuatan yang merugikan kepentingan umum demi keuntungan pribadi atau golongan. Allah SWT berfirman:

“Tidak mungkin seorang Nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan perang. Barang siapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu, kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya.” (QS Ali Imran 3: 161).

-Berlaku Kikir

Kikir adalah sifat yang tidak mau berbagi harta atau ilmu dengan orang lain. Rasulullah SAW bersabda:

“Peliharalah diri kalian dari kezaliman karena itu adalah kegelapan pada hari kiamat. Peliharalah diri kalian dari kekikiran karena akan menjadikan umat sebelum kalian binasa. Kekikiran menjadikan mereka mudah menumpahkan darah dan menghalalkan semua hal yang dilarang Allah.” (HR Muslim). (*)