HERALD.ID – Senin, 20 November 2023, seorang pria bule bertopi rimba, duduk di tengah. Dikelilingi pria legam yang memegang senjata laras panjang.

Ujung laras senapan mengarah ke pria bule itu. Lalu, seorang pria legam lainnya, dengan ikat kepala bendera Inggris, berbicara ke arah kamera.

“Kalau negara tidak mengakui Papua Merdeka, dalam 2 bulan pilot ini saya akan tembak,” ujar pria berikat kepala bendera Inggris itu.

Pria berikat kepala berbendera Inggris itu adalah Egianus Kogoya. Pria yang di kalangan pemberontak Papua diberi pangkat Brigjen ini, adalah Panglima TPNPB Kodap III Ndugama.

Pria inilah yang juga pernah membantai belasan karyawan PT Istaka Karya, yang sedang membangun jembatan di Nduga.

Pria bertopi rimba yang duduk dengan todangan senjata laras panjang itu, adalah Capt Philip Mark Mehrtens, pilot Susi Air yang sudah hampir setahun disandera kelompok kriminal bersenjata tersebut.

Egianus memberi batas waktu 2 bulan terhitung sejak Senin, 20 November 2023 kepada pemerintah Selandia Baru dan Indonesia, untuk memenuhi tuntutan mereka.

Jika tidak, pilot Susi Air asal Selandia Baru yang disandera, Capt Philip Mark Mehrtens, akan ditembak mati, tepat dua bulan ke depan yaitu pada 20 Januari 2024. (*)