HERALD.ID – Kenang Rizal Ramli, Anies Rasyid Baswedan bercerita tentang mesin faksimile. Apa hubungan Anies, Rizal Ramli dan mesin faksimile? Capres nomor urut 01 itu menceritakan di akun X miliknya.
Kata Anies, dirinya mengenal Rizal Ramli saat masa-masa kuliah. Rizal Ramli getol melawan penyimpangan-penyimpangan. Termasuk penyimpangan anggaran.
“Innalillahi wa innailaihi rojiun…Kami berduka cita atas wafatnya Bang Rizal Ramli. Sosok yang konsisten memerangi korupsi, nepotisme, feodalisme, dan konsisten memperjuangkan demokrasi melawan segala macam praktek-praktek penyimpangan,” cuit Anies di akun X miliknya.
Anies mengaku memiliki kenangan dengan Rizal Ramli saat masa-masa aktif di pergerakan mahasiswa. Rizal Ramli telaten membantu Anies dan teman-temannya dalam menyuplai data.
“Sosok beliau, mengingatkan kami masa-masa ketika kuliah dan aktif di pergerakan mahasiswa. Bang Rizal selalu telaten membantu kami mencari data dan mengkonsultasikan bahan saat kami diminta bicara di berbagai forum diskusi ekonomi di Jakarta. Bahkan pada saat itu, sbg mahasiswa kami selalu diterima Bang Rizal. Beliau waktu itu memimpin ECONIT,” tulis Anies.
Anies juga bercerita bagaimana cara Rizal Ramli mengirimkan data, pada masa teknologi share data belum terlalu canggih. Mesin faksimile adalah teknologi pengiriman data paling canggih masa itu.
“Kami punya cerita unik mengenai mesin fax. Suatu ketika di awal dekade 1990an, kami akan melakukan protes demonstrasi tentang pembobolan Bapindo oleh Eddy Tansil, yang melibatkan Menteri Sudomo. Saat itu, kami membutuhkan data-data detil yang tidak bisa didapat lewat koran. Lalu sy tlp minta data dan Bang Rizal ingin mengirimkan data tersebut melalui fax. Permintaan yang membuat kami cukup kebingungan, karena belum pernah menggunakan sebelumnya,” ujar Anies.
“Hingga akhirnya dikirimkan data tersebut melalui fax salah satu wartel di Yogyakarta. Akhirnya, berkat Bang Rizal, kami menggunakan mesin fax untuk pertama kalinya,” imbuhnya.
Saat Anies selesai kuliah, Rizal Ramli lah yang pertama kali menawari dia pekerjaan. Namun Anies saat itu terpaksa menolaknya, karena memilih melanjutkan kuliah ke luar negeri.
“Saat kami selesai kuliah, orang pertama yang menawari pekerjaan utk jadi asistennya adalah Bang Rizal. Meskipun dengan berat hati kami harus menolak ajakan beliau saat itu, karena ingin meneruskan kuliah master ke Amerika. Namun, hubungan kami terus berjalan dengan baik,” jelasnya.
“Dan hari ini, kami turut kehilangan seorang pejuang sejati yang sejak muda hingga akhir hayatnya tidak pernah berhenti memikirkan Indonesia yang lebih baik, Indonesia yang lebih adil. Insya Allah semua amal kebaikan Almarhum akan menjadi kendaraan pada derajat yang mulia di sisi Allah dan akan dicatat dengan tinta emas kehadirannya di Republik ini.
Amin YRA,” imbuh mantan Gubernur DKI Jakarta itu. (bs/asw)